Selama 4 Tahun, Kominfo Telah Putus Akses 566.332 Konten Judi Online

Selama 4 Tahun Kominfo Telah Putus Akses 566332 Konten Judi Online

Judi online kembali marak belakangan ini. Hal ini terjadi setelah kasus dugaan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo menjadi pemberitaan luas, yang memunculkan pertanyaan tentang Consorzio 303 tentang Ferdy Sambo dan dugaan dukungan gengnya terhadap perjudian pada polisi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim sejak 2018 hingga 22 Agustus 2022 memblokir akses 566.332 konten di ruang digital dengan elemen game. Ini termasuk akun platform digital dan situs web yang membagikan konten yang terkait dengan aktivitas game, dengan detail manajemen tahunan berikut.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Teknologi Informasi (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi angka dari 2018 hingga 22 Agustus 2022.

“Akses ditarik berdasarkan temuan patroli dunia maya, laporan publik, dan laporan lembaga pemerintah tentang deteksi konten dengan unsur perjudian,” katanya dalam sebuah pernyataan pada sennakasir.co.id.

Pria yang biasa disapa Semmy itu menambahkan, patroli siber yang dilakukan Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi didukung oleh Negative Website Surveillance System atau AIS yang dikelola oleh tim pengelola selama 24 jam. kontrol yang tidak terputus.

“Sikap bukan satu-satunya solusi yang kami ambil untuk menyelesaikan game online. Kemenkominfo juga mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital untuk melindungi masyarakat dari berbagai konten negatif di ruang digital, termasuk perjudian online,” jelasnya yang dilansir dari imigrasilampung.co.id.

Kegiatan tersebut, tambah Semmy, dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait dari masyarakat sipil, pelaku industri, media, akademisi, instansi pemerintah dan instansi terkait lainnya.

Terkait masalah perjudian online yang didukung polisi, Semmy mencatat bahwa Departemen Komunikasi dan Informatika juga mendukung upaya penegakan hukum terhadap para penjudi online. Kominfo siap bekerjasama dalam upaya penghapusan berbagai jenis konten negatif dari internet yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Khususnya untuk kegiatan perjudian online Pasal 27 ayat (2).

Selain itu, pasal 45(2) UU ITE juga mengancam orang-orang yang dengan sengaja menyebarkan atau menyediakan perjudian online dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rs 1.000 crore. “Pasal 303 bis KUHP juga mengancam pemain dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta,” jelas Semmy yang dikutip dari dakwahnu.id.

Meski ratusan ribu konten dan situs judi online telah dihapus, Semmy mengatakan upaya penanggulangan judi online tidaklah mudah. Ini karena situs perjudian dimainkan dengan nama domain atau alamat IP yang sama.

Jadi tawarkan perjudian melalui pesan pribadi. Penyelenggara perjudian online yang berbasis di luar Indonesia.

“Tantangan ini menggarisbawahi bahwa upaya pemberantasan perjudian online harus terus dilakukan dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat dan industri,” kata Semmy.

Sumber :